Header Ads

Teori Aneh Timur Tengah Tentang Virus Corona


Kabar Update - Baru satu bulan lalu kasus pertama virus corona di Timur Tengah terjadi di Uni Emirat Arab. Sejak itu, virus corona yang asalnya dari Wuhan, China, ini mulai merebak ke seantero wilayah paling bergolak di muka bumi.

Saat ini wabah corona sudah menyebar di sebagian negara Timur Tengah dan Afrika Utara. Iran menjadi negara dengan angka kematian tertinggi di luar China.

Pemerintah, otoritas keagamaan, pekerja medis, dan warga biasa di Timur Tengah kini punya cara uniknya masing-masing dalam merespons wabah corona. Dilansir dari Middle East Eye, berikut ulasannya:

Hingga hari ini sudah lebih dari 3.000 meninggal di China karena virus corona. Dalam menyampaikan simpatinya mantan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad menyebut virus itu adalah bikinin dari musuh-musuh China.

"Simpati terdalam saya sampaikan kepada rakyat dan pemerintah China dan segenap keluarga korban akibat corona, virus buatan laboratorium. Saya berharap negara China mampu mengatasi masalah ini dan mencapai kemajuan," tulis Ahmadinejad dalam akun Twitternya.

Seorang jurnalis Saudi mengutarakan teori konspirasi versinya sendiri.

Noura Almoteari yang akun Twitternya sudah terverifikasi centang biru memiliki 217.000 pengikut, menuding Qatar menggelontorkan miliaran dolar untuk "menumbuhkan virus di China". Dia mengatakan negara Teluk itu menyebarkan virus corona untuk mengganggu acara pameran Uni Emirat Arab 2020 di Dubai, dan Visi 2030 Arab Saudi untuk mengembangkan ekonominya.

Saudi, UEA, Mesir, dan Bahrain memutus hubungan politik dan ekonomi dengan Qatar pada 2017.