Header Ads

Habib Rizieq dan Anggota PA 212 Akan Bentuk Partai Politik


Kabar Update - Butuh kerja ekstra bagi Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) dalam mengarungi perpolitikan tanah air.

Sebab sejauh ini, tak sedikit partai politik baru yang justru tumbang dalam waktu singkat. Sejauh ini, hanya partai politik baru sempalan Golongan Karya (Golkar) yang bisa survive, bahkan berakhir sukses seperti Gerindra, Nasdem, dan Hanura.

Demikian disampaikan pengamat politik Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara merespons pendaftaran Gelora ke Kementerian Hukum dan HAM, Selasa kemarin (31/3). Menurut Igor, partai pimpinan Anis Matta itu tak cukup hanya mengandalkan ketokohan.

"Untuk menjadi partai baru yang tangguh, Partai Gelora mutlak membutuhkan dukungan finansial yang besar, ketokohan internal, dan kader partai yang militan," kata Igor, Rabu (1/4).

Ia menjelaskan, peluang partai Gelora sebagai partai terbuka akan sulit bertahan di kancah perpolitikan Indonesia. Terlebih saat ini segmen pemilih juga semakin kecil. Gelora harus memutar otak agar nasibnya tak sama dengan parpol baru di Pemilu 2019 lalu yang terganjal hasil suara dan tak melewati ambang batas parlemen.

"Tetapi mungkin Gelora bisa eksis jika menjadi partai bagi komunitas dan supporter PA 212, plus tokoh sentralnya masuk, seperti habib Rizieq, Haikal Hassan, dan lain-lain. Voters di Indonesia memang berada di 'tengah', tetapi parpol yang mendapat insentif elektoral dari sini sudah banyak dan sangat kuat. Dalam marketing politik ada istilah it's better to be different than to be better," tandasnya.